7 Cara Merawat AC di Musim Hujan Agar Awet dan Bebas Bau Apek

Musim hujan telah tiba. Saat curah hujan tinggi, tingkat kelembapan udara di dalam maupun luar ruangan akan meningkat secara drastis. Banyak pemilik rumah berpikir bahwa AC tidak perlu dirawat atau bahkan jarang digunakan saat musim hujan. Padahal, kenyataannya AC tetap dibutuhkan untuk menjaga kelembapan dan sirkulasi udara ruangan tetap stabil. Namun, perubahan suhu dan kelembapan yang tinggi bisa memicu timbulnya jamur, bau tidak sedap, hingga kerusakan pada komponen pendingin jika tidak dirawat dengan benar. Oleh karena itu, mengetahui cara merawat AC di musim hujan adalah langkah penting yang harus dilakukan setiap pemilik rumah.
Mengapa Perawatan AC Saat Musim Hujan Sangat Important?
Saat musim hujan, udara cenderung menjadi sangat lembap. Tingkat kelembapan yang tinggi ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur, bakteri, dan spora di dalam unit AC, terutama pada filter dan saluran pembuangan. Selain itu, unit outdoor yang terpapar cipratan air hujan secara terus-menerus berisiko mengalami korosi atau masalah kelistrikan. Dengan melakukan perawatan yang tepat, Anda dapat menjaga kualitas udara tetap sehat, mencegah kebocoran, dan memperpanjang umur pakai unit AC Anda.
Tips dan Cara Merawat AC di Musim Hujan
Berikut adalah beberapa panduan praktis dan efektif yang dapat Anda terapkan untuk merawat mesin pendingin ruangan selama musim penghujan berlangsung:
1. Bersihkan Filter Udara Secara Rutin
Filter udara adalah benteng pertama yang menyaring debu dan kotoran. Di musim hujan, kelembapan tinggi membuat debu yang menempel di filter cepat basah dan menggumpal, menjadi sarang berkembang biaknya jamur. Akibatnya, udara yang dihembuskan AC menjadi berbau apek dan tidak sehat bagi pernapasan. Bersihkan filter AC setidaknya 2 minggu sekali. Cuci menggunakan air mengalir dan sabun ringan, lalu keringkan secara sempurna sebelum dipasang kembali ke unit indoor.
2. Manfaatkan Feature Mode Dry (Penyerap Kelembapan)
Salah satu fitur AC yang sangat berguna saat musim hujan adalah mode Dry atau mode dehumidifier. Mode ini berfungsi khusus untuk mengurangi kadar air di udara tanpa membuat ruangan menjadi terlalu dingin. Mengaktifkan mode Dry akan membuat udara ruangan terasa lebih segar, tidak lengket, dan bebas dari kelembapan berlebih. Selain itu, mode ini relatif lebih hemat konsumsi energi listrik dibandingkan mode Cool berkecepatan tinggi.
3. Lindungi dan Periksa Unit Outdoor (Kondensor)
Unit outdoor berada di luar ruangan sehingga rentan terpapar air hujan dan angin kencang. Meskipun dirancang tahan cuaca, pastikan posisi unit outdoor memiliki pelindung yang memadai dari tetesan air hujan langsung dari atap atau genangan air di tanah. Pastikan area di sekitar unit outdoor bebas dari tumpukan daun basah, lumpur, atau sampah yang dapat menyumbat aliran udara dan memicu korosi pada kisi-kisi kondensor.
4. Jaga Kebersihan Saluran Pembuangan Air (Drainase)
Proses kondensasi pada AC bekerja lebih keras saat udara lembap, sehingga menghasilkan debit air buangan yang lebih banyak. Jika saluran pembuangan tersumbat oleh kotoran atau lumut, air kondensasi akan meluap dan menyebabkan kebocoran menetes pada unit indoor. Periksalah selang pembuangan secara rutin untuk memastikan aliran air tetap lancar dan tidak ada sumbatan atau tekukan yang menahan air.
5. Atur Suhu AC Secara Bijak dan Ideal
Saat cuaca di luar dingin karena hujan deras, Anda tidak perlu mengatur suhu AC terlalu rendah seperti 16 atau 18 derajat Celsius. Pengaturan suhu yang ideal adalah antara 24 hingga 26 derajat Celsius. Mengatur suhu pada tingkat ini sudah sangat cukup untuk memberikan kenyamanan termal sekaligus menjaga agar kompresor AC tidak bekerja terlalu berat secara terus-menerus, sehingga menghemat konsumsi listrik Anda.
6. Periksa Kondisi Kabel dan Sambungan Listrik
Air hujan dan kelembapan tinggi merupakan musuh utama komponen kelistrikan. Pastikan tidak ada kabel AC yang mengelupas, kendur, atau terkena rembesan air hujan. Sambungan listrik yang basah berpotensi tinggi menyebabkan korsleting listrik yang berbahaya dan dapat merusak modul elektronik AC secara permanen.
7. Lakukan Servis Berkala oleh Teknisi Professional
Meskipun perawatan mandiri sudah dilakukan, sangat disarankan untuk memanggil teknisi AC profesional setiap 3 hingga 4 bulan sekali. Teknisi akan melakukan cuci AC secara menyeluruh menggunakan tekanan air khusus, memeriksa tekanan gas freon, mengecek arus listrik kompresor, dan memastikan seluruh komponen bekerja dengan aman dan optimal.
Kesimpulan
Merawat AC di musim hujan bukanlah hal yang sulit jika dilakukan secara rutin. Dengan menjaga kebersihan filter, memanfaatkan mode Dry, merawat unit outdoor, serta memastikan saluran drainase lancar, AC Anda akan tetap dingin, hemat listrik, dan bebas dari bau apek. Jangan lupa untuk menjadwalkan cuci AC berkala bersama teknisi terpercaya agar kenyamanan keluarga Anda tetap terjaga sepanjang musim hujan.